3 Kisah Inspiratif Penghafal Alquran Cilik Indonesia

Masih kecil namun menjadi penghafal Alquran merupakan salah satu kisah inspiratif bagi kita semua terutama untuk orang tua, yang mengharapkan anak-anaknya juga mampu menjadi penghafal Alquran, salah satu caranya bisa dengan memasukkan anak-anaknya ke pesantren tahfidz terbaik yang ada di Indonesia.

3 Kisah Inspiratif Para Penghafal Qur’an Cilik Di Indonesia

Nah, beberapa kisah inspiratif ini akan dijelaskan di bawah ini sehingga akan membuat kita semua terinspirasi dari kisah perjalanan mereka para penghafal tahfidz alquran cilik serta untuk menyemangati anak-anak yang sedang berusaha keras untuk bisa menghafal Alquran, mari simak beberapa kisah paling inspiratif dari para penghafal Alquran cilik berikut ini.

  1. Ahmad Hadi Ismatudzakwan

Hafiz Alquran yang berasal dari Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, merupakan salah satu contoh kisah inspiratif penghafal Alquran yang cukup pandai. Ahmad Hadi Ismatudzakwan yang biasa dipanggil aza ialah salah satu peserta yang mengikuti lomba hafiz Alquran Indonesia dengan beberapa peserta hafiz Alquran lainnya yang berasal dari pesantren tahfidz terbaik di Indonesia.

Bocah yang berusia 10 tahun ini bersekolah di SDN 04 Kuala tunggal, tidak hanya dikenal pandai dikelasnya, ia juga aktif dalam pergaulannya namun tidak membuat ia terlena untuk tidak mendalami ilmu agamanya, terutama dibidang hafalan Alquran dan terbukti berkat semangatnya ia mampu menjadi hafiz Alquran di usianya yang masih tergolong anak-anak.

Tidak hanya itu bacaan Alquran Aza selalu berhasil membuat hati setiap orang yang mendengarkannya bergetar, bahkan membuat syeikh Ali Jaber dari Madinah, salah satu Juri Hafiz Indonesia pun dibuat terkesima ketika mendengar lantunan ayat suci, ia juga  sering kali melantunkan ayat-ayat Alquran ketika orang tuanya sakit dan hal itu berhasil membuat orang tuanya sembuh setelah mendengarkannya.

  1. Masyita Putri Nasyira

Masyitas Putri Nasyira merupakan hafiz cilik berumus 9 tahun asal Makassar yang menderita penyakit low vision, walaupun ia memiliki kekurangan tersebut ia mampu menjadi hafiz Alquran di usianya yang masih belia, sejak dini ketika usianya baru mencapai 3 tahun sering kali mendengarkan lantunan Ayat Suci Alquran dari gadget yang ibundanya miliki, dan hasilnya kini Masyita berhasil menghafalkan juz 29 dan juz 30.

Masyita juga berkat prestasinya mampu membahagiakan kedua orang tuanya dengan mengangkat ekonomi keluarga Bapak Nasrudin (39) dan Ibu Irawati (39), membantu merenovasi rumah keluarga mereka serta berkat Masyita kedua orang tuanya tersebut mampu menginjakkan kakinya ke Mekkah.

  1. Fajar Abdulrokhim Wahyudiono

Fajar Abdulrohim yang biasa dipanggil fajar, bocah yang berasal dari Bandung adalah seorang penyandang distabilitas karena menderita penyakit cerebral palsy ( lumpuh otak), adalah bocah cilik penghafal Alquran sejak usia 4,5 tahun.

Fajar yang dilahirkan pada kondisi yang  prematur dengan berat badan hanya 1.6 kg dan penyakit kelumpuhan otaknya itu diketahui oleh keluarganya ketika ia berumur 1 tahun, Orang tua Fajar setiap harinya selama 24 jam memperdengarkan ia dengan murattal Alquran ditujukan sebagai langkah alternatif untuk terapi penyakit yang diderita anaknya.

Hingga terbitlah buku tentang kisah fajar, berisi tentang seorang bocah cilik dengan kelahiran prematurnya dan pada usianya yang baru menginjak 4,5 tahun ia mampu menjadi hafiz cilik. Kini usia fajar genap 14 tahun dan target ia selanjutnya adalah menghafalkan Hadist, ia juga mampu menggunakan bahasa arab loh.

Kisah di atas menjadi inspirasi untuk kita pribadi maupun motivasi mendidik anak-anak kita agar mengikuti kisah perjuangan luar biasa mereka menjadi bocah cilik hafiz alquran. Dimulai dengan menceritakan kisah inspiratif ini lalu menuntun mereka maupun dengan menyekolahkan anak kita di sekolah atau pesantren tahfidz terbaik yang ada di Indonesia, adalah salah satu cara sejak dini untuk menanamkan motivasi bagi anak-anak supaya mengikuti jejak kisah inspiratif mereka para hafiz cilik.